Bulan yang Kutangkap dari Sudut Jendela
5 Juli 2015
Aku menamainya "Sudut bahagia". Entah apa alasannya. Aku hanya sering merasa nyaman disini.
Perpustakaan Daerah
19 Februari 2015
Terakhir berkereta...ada yang tertinggal di stasiun pemberangkatan; Kenangan!
Stasiun Kereta Cianjur
2 April 2016
pukul 18:16
Bukankah Tuhan menyintai dengan cara yang paling indah?
Tiada yang menggembirakan seorang kekasih selain berpulang ke sisi kekasihnya. Selamat jalan, Nak..!
Sukabumi
18 April 2016
Ada kawan yang selalu tersenyum setiap saya bicara soal jendela. Saya pun hanya bisa tersenyum kembali menanggapi gurauan-gurauannya tentang jendela. "Apa kabar jendela?" Selorohnya setiap kali kami bertemu. Ah..andai saja kau tahu, jendela adalah sekat yang justru tak memberi jarak buatku. Jendela mengantarkanku pada dunia yang "bukan duniaku sendiri."
Cianjur
Kereta, Kursi 17A
19 April 2016
Do'a tadi memang terbata-bata. Tapi percayalah, itu cuma di lidah. Dalam sanubari, kuyakin kami bertujuh merapal seribu do'a yang tak berkesudahan. Semoga seribu kebahagiaan memenuhi ruang kehidupanmu sampai penuh sesak, hingga tak ada kesedihan sedikitpun yang berani mampir disana. Selamat ulang tahun Ira Maina Firmansyah 😉 😉
Cianjur
23 April 2015
19:15
Aku pulang, Jingga..!
Pada pantai yang selalu memanggil namaku.
Disana aku menemukanmu,
pada angin laut yang bernyanyi,
pada nyiur-nyiur yang menari,
pada pasir yang tidak pernah sunyi.
Aku pulang...
Aku bosan jadi pengelana.
Biar aku rebah di bawah nyiur di atas pasir,
memandang sampan yang menjelma dari matamu.
Ujung Genteng
16 Desember 2015 pukul 12:18
Jingga berkirim pesan pada biru yang kelabu, "Aku rindu, aku ingin menemuimu!" Tulisnya pada secarik kenangan usang dengan tinta hitam. Sementara, biru menggigil di ujung kenangan. "Hatiku hampir beku." Bisiknya..pada awan yang berarak di keheningan.
Sudut Jendela
3 September 2015
Geus titis tulis,
Basa lambak neumbag karang sakedapan.
Aya geter nyaliara ka sagara.
Ieu rasa micangcam mangsa balungbang,
Tibelat ka mangsa katukang.
Basa dalingding angin jaladri,
Mangpengkeun kasimpe nu mepende hate.
Kuring surti basa angin tarung jeung pangwelah,
Meureun endah mun hirup kawas sagara.
(Ujung Genteng, 2015)
8 Mei015
13:35
Masih teringat suatu siang pada usiaku yang ke empat, aku terbangun di rumah nenek dan semua orang menghilang. Aku ketakutan dan hampir menangis ketika akhirnya kudapati semua orang sedang mengerubungi kakek dan seeokor ikan sangat besar yang digantung di dapur. "Kemarilah, lihat ini ikan tangkapan kakek!" Serunya kepadaku. Aku terbelalak melihat ikan sungai sebesar itu. Panjangnya hampir menyamai tinggi kakek.
Dan itu adalah sekelumit ingatanku tentangmu. (Mengenang Kakek di tepian sungai Cimandiri)
13 Juni pukul 10:12
Setelah dua Minggu di rumah saja. Beberapa hari ini hujan mengguyur tak kenal ampun. Tak ada yang tahu akan seperti apa hidup ini.